Daerah

Wakil Bupati Sorong Selatan Tegaskan Persatuan Masyarakat Adat Imeko Dukung Kegiatan Seismik

  • Administrator
  • Kamis, 29 Januari 2026
  • menit membaca
  • 78x baca
Wakil Bupati Sorong Selatan Tegaskan Persatuan Masyarakat Adat Imeko Dukung Kegiatan Seismik

Teminabuan – NuantaraWarta.BomWakil Bupati Kabupaten Sorong Selatan, Yohan Bodori, S.Sos., M.Tr.AP, menegaskan pentingnya persatuan masyarakat adat Imeko dalam mendukung pelaksanaan kegiatan seismik yang akan dilakukan oleh BP Migas di wilayah Imeko.%

Hal tersebut disampaikan Yohan Bodori saat menghadiri musyawarah adat dan ritual siripinan yang dilaksanakan pada 28 Januari di Tanjung Sabra, Distrik Kokoda dan Distrik Inanwatan. Kegiatan adat tersebut bertujuan mempererat kebersamaan serta memberikan dukungan moral dan spiritual bagi rencana kegiatan seismik yang akan dimulai pada 29 Januari.

Dalam kapasitasnya sebagai Wakil Bupati sekaligus Kepala Suku Besar Imeko, Yohan Bodori hadir bersama sejumlah tokoh adat, di antaranya Ketua LMA  Emeyode Kokoda, Ketua LMA   Bira, Kepala Suku Kaiso, Kepala Suku Amemareno, dan Kepala Suku Bira Iwaro. Kehadiran para pemimpin adat ini menunjukkan kuatnya komitmen bersama masyarakat Imeko.

“Siripinang ini adalah langkah awal membangun kebersamaan dan kesatuan hati masyarakat Imeko dalam mendukung kegiatan seismik. Kita memohon restu leluhur dan Tuhan Yang Maha Kuasa agar seluruh proses berjalan dengan baik dan lancar,” ujar Yohan.
Ia menjelaskan, ritual siripinang dilepas langsung ke laut dan dipimpin oleh salah satu tokoh adat dari Kampung Isogo yang memiliki keterkaitan kekerabatan dengan masyarakat Kokoda, Kasweri, Rawaku Arbasina, Gori Korewatara, hingga Distrik Inanwatan dari Suku Bira.

Kegiatan seismik yang dilaksanakan BP Migas direncanakan berlangsung selama kurang lebih tiga bulan, terhitung sejak Februari hingga April. Yohan Bodori menegaskan, apabila hasil seismik menunjukkan titik koordinat yang memungkinkan dilakukan pengeboran, maka seluruh masyarakat Imeko diharapkan tetap bersatu dan memberikan dukungan penuh.

“Nantinya pada saat mata bor diturunkan, keenam suku akan terlibat penuh dalam prosesi adat, tarian, dan ditutup dengan doa bersama lintas agama, baik Kristen maupun Islam,” jelasnya.

Lebih lanjut, Yohan Bodori mengingatkan bahwa kegagalan sejumlah wilayah sebelumnya dalam mengelola potensi sumber daya alam disebabkan oleh perbedaan pendapat dan klaim kepemilikan antar kelompok. Ia berharap kondisi tersebut tidak kembali terulang.

“Saat ini kita melihat kebersamaan masyarakat Imeko sudah terbangun. Ini yang harus kita jaga agar harapan dan hasil yang kita nantikan dapat terwujud,” tutupnya.Team Red)

Tinggalkan Komentar

Kirim Komentar