Sorong – Uskup Keuskupan Manokwari-Sorong, Mgr. H. Datus Lega, Pr, secara resmi membuka kegiatan Animasi Volunteer dalam rangka persiapan menuju Indonesian Youth Day (IYD) 2027. Bertempat di Aula Aula Rex Mundi, Katedral, Senin 23 Maret 2026 diawali dengan Misa

Kegiatan ini diikuti oleh 67 Peserta yang berasal dari TPW Sorong Maybrat Fak Fak Dan Kaiman dengan materi Reportase Video Editor Dan Cameramen serta Pod Cast dengan menghadirkan narasumber dari Kompas TV ,
KWI dan Wartawan Senior.
Dalam sambutannya, Uskup Datus Lega menegaskan pentingnya peran kaum muda sebagai motor penggerak Gereja, khususnya dalam menyongsong IYD 2027. Ia mengajak para relawan untuk terlibat aktif, tidak hanya sebagai panitia, tetapi juga sebagai saksi iman yang hidup di tengah masyarakat.

“Kegiatan ini bukan sekadar persiapan teknis, tetapi juga menjadi momentum pembinaan iman dan karakter kaum muda agar semakin siap melayani,” ujarnya.
Menurutnya, semangat pelayanan, kebersamaan, dan tanggung jawab harus menjadi dasar dalam setiap tugas yang dijalankan para volunteer. Ia juga menekankan bahwa IYD 2027 merupakan kesempatan besar bagi Orang Muda Katolik untuk menunjukkan jati diri Gereja yang hidup, dinamis, dan penuh sukacita.
Kegiatan Animasi Volunteer ini diharapkan mampu membekali para peserta dengan pemahaman, keterampilan, serta semangat pelayanan yang kuat dalam mendukung suksesnya pelaksanaan IYD 2027.
Acara pembukaan berlangsung dengan penuh antusiasme, diikuti oleh para kaum muda dari berbagai paroki di wilayah Keuskupan Manokwari-Sorong.

Sementara itu Ketua Panitia Animasi Volunteer IYD 2027 Romo Fransiskus Katino, Pr. Tekankan Pembentukan Tim dan Pelatihan Berkelanjutan , dirinya menegaskan bahwa kegiatan animasi volunteer difokuskan untuk mempersiapkan para relawan dalam menyongsong pelaksanaan IYD yang direncanakan berlangsung pada 2027.
Menurutnya, kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari dengan konsep live in di paroki-paroki. Hal tersebut bertujuan agar para volunteer dapat lebih mengenal kehidupan umat sekaligus membangun keterlibatan aktif di setiap wilayah pelayanan.
“Karena wilayah kita memiliki peran penting dalam sejarah Gereja di Indonesia, maka akan dibentuk tim khusus yang bertugas menggerakkan kegiatan di setiap paroki,” ujarnya.
Peserta kegiatan berasal dari berbagai wilayah pelayanan, di antaranya TPW Aimas, Sorong, Maybrat, Tambrauw, hingga wilayah lainnya, dengan total sekitar 84 orang, termasuk tim khusus dari Komisi Komunikasi Sosial (Komsos).
Romo Fransiskus menjelaskan bahwa pembinaan volunteer tidak berhenti pada kegiatan ini saja, tetapi akan berlangsung secara berkelanjutan hingga menjelang IYD 2027. Para peserta akan dilatih dalam berbagai bidang, seperti penulisan jurnalistik, dokumentasi kegiatan, hingga pembuatan konten liturgi.
“Mulai Maret 2026 hingga Juni 2027, kita akan terus berlatih. Setiap kegiatan di paroki diharapkan dapat didokumentasikan dan q kepada Komsos Keuskupan, sehingga menjadi sarana pewartaan yang efektif,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa tugas volunteer tidak hanya sebatas dokumentasi, tetapi juga sebagai pewarta yang mampu mengomunikasikan kehidupan Gereja kepada umat luas.

Dalam kesempatan itu, Romo Fransiskus turut menyampaikan apresiasi kepada para narasumber dan tim yang telah memberikan materi pelatihan. Ia menyebutkan bahwa para pemateri memiliki pengalaman luas, baik di tingkat nasional maupun internasional, sehingga diharapkan mampu memperkaya wawasan para peserta.
Di akhir arahannya, ia mengajak seluruh peserta untuk serius mengikuti proses pelatihan dan pembagian tugas yang meliputi peran sebagai kameramen, editor, hingga reporter.
“Melalui pelatihan ini, kita berharap para volunteer semakin siap dan mampu menjalankapn tugas pelayanan komunikasi secara profesional dalam menyukseskan IYD 2027,” pungkasnya.(EB/Red)
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar